20/03/12

MAKALAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR


BAB I
PENGERTIAN, PENGGOLONGAN ,PELAKSANAAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR, DAN AZAS-AZAS MENGAJAR

1.      Pengertian Strategi Belajar Mengajar
Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.dihubungkan dengan belajar mengajar ,strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Istilah strategi mula-mula dipakai di kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang(operasi) peperangan,terutama yang erat kaitanyadengan gerakan pasukan dan navigasi ke dalam posisi peran yang dipandang paling menentukan untuk memperoleh kemenangan(hornbly, 1973 : 997).
Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk bidang ilmu pendidikan dalam kaitan nya dengan bealajar mengajar, pemakaian istilah srtegi dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar.
Menurut newman dan logan, istilah strategi dasar artia setiap usaha meliputi empat masalah yaitu :
a.       Pengidentipikasian dan penetapan spesipikasi dan kualifikasi
b.      Pertimbangan dan pemilihan pendekatan utama yang ampuh untuk mencapai sasaran
c.       Pertimbangan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh sejak awal sampai akhir
d.      Pertimbangan dan penetapan tolak ukur dan ukuran baku yang digunakan
Kala diterpakan dalam kontek pendidikan, keempat strategi bisa diterjamahkan menjadi mengidentifikasikan dan memilih sistim pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat serta memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mangajar serta menetapkan norma-normadan batas menimal dan kenaerhasilan atau krikteria dan standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mangajar.
2.      Penggolongan strategi belajar mengajar
a.       Penggolaongan startegi belajar mangajar
1.      Konsep dasar strategi belajar mengajar
2.      Sasaran kegiatan belajar menagajar
3.      Belajar mengajar sebagai suatu sistem
4.      Hakikat proses belajar managajar
5.      Entering behavior siswa
6.      Pola-pola belajar siswa
7.      Memilih sistem belajar mengajar
8.      Pengorganisasian kelompok belajar
b.      Dasar-dasar untuk menggolongkan strategi belajar mengajar
1.      Pengaturan guru –siswa
a.       Dari segi pengturan guru, dapat dibedaan pengajaran oleh seorang guru atau oleh suatu tim (team teching)
b.      Dari segi pengaturan siswa dapat dibedakan dari segi pengajaran klasikal dan pengajaan kelompok kecil dan pengajaran peseorangan
c.       Dari segi hubungan guru-siswa dapat dibedakan hubungan langsung guru-siswa melalui bentuk tatap muka, dalam bentuk dengan bantuan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar baik media cetak (modul) maupun media elektronik, sedangkan hubungan tak angsung bila penyampaian pesan disampaikan dengan perantara media baik elalui media cetak (modul) maupun elektronik (radio,kaset,suara,atau video).
2.      Struktur media belajar mangajar
Struktur peristiwa balajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua :
a.       Sruktur peristiwa belajar mengajar yang bersifa tertutup
b.      Struktur peristiw belajar mengajar yang bersifat terbuk
3.peranan guru-siswa dalam pengolahan pesan
            Pesan adalah materi pengajaran yang dpakai sebagai masukan untuk pencapaian suatu tujuan belajar,dapat berupa pengetahuan,wawasan,ketrampilan atau isi pengajaran lainya.
Berdasarkan peran guru-siswa dalam pengolahan pesan,peristiwa belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua:
            a.pengajaran bersifat ekspositorik,apabila pesan disajikan dalam keadaan siap diolah oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa.
            b.pengajaran bersifat heuristik atau hipotetik,apabila pesan yangdisajikan tidak diolah tuntas oleh guru dengan maksud agar diolah sendiri oleh para siswa ataupun tanpa bimbingan dari guru.
Ada dua substrategi dalam strategi heuristik yan akhir-akhir ini sering digunakan orang,yaitu penemuan (discovery) dan penyelidikan (inquiry).

4.proses pengolahan pesan
            Atas dasar proses pengolahan pesan,strategi belajar mengajar dapat dibedakan sebagai berikut:
            a.strategi pengajaran induktif adaah pengajaran dimana proses pengolahan pesan bertolak dari contoh-contoh kongkret kepada generaliasi atau prinsp yang bersifat umum,dari fakta-fakta ang nyata kepada konsep yang bersifat abstrak.
          b.strategi pengajara deduktiff merupakan kebalikan dari proses pengajara induktif,para siswa pertama-tama diperkenalkan pada generalisasi (konsep-konsep) yang bersifat abstark pada proses pembuktian dalam bentuk data empirik yang mendukung hubungan antara konsep-konsep tadi.

5. Tujuan-Tujuan belajar
            Menurut robert m,gagne dilihat dari tujuan belajar,ada lima tipehasil belajar yaitu sebagai berikut:
            a.kemampuan intelektual
            b.strategi kognitif
            c.informasi verbal
            d.keterampilan motorik
            e.sikap dan nilai
6. pengkladifikasian yang lebih komprehensif
            Dikemukakan oleh bruce joyce dan masha weil,sebagai berikut:
            a.kelompok model-model interaksi sosial
            b.kelompok model pengolahaninformasi
            c.kelompok model personal humanistik
            d.kelompok model modifikasi tingkah laku

3.Pelaksanaan Strategi Belajar Mengajar
a.Tahap-Tahap pengelolaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar sebagai berikut:
                        1.perencanaan
                        2.pengorganisasian
                        3.pengarahan
                        4.pngawasan
b.pelaksanaan belajar mengajar
            proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi.lingkungan inidiatur serta diawasiagar kegiatan belajar terarah sesuai tujan pendidikan,lingkungan belajar yang baik adalah linngkungan yang menantang danmerangsang para siswa untuk belajar,memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencaai tujuan yang diharapkan,sehubungan dengan hal ini,job description guru dalam pelaksanakan proses belajar mengajar adalah:
                        a. perencanaan instruksional
                        b. organisasi belajar
     c. menggerakan anak didik yang merupakan usaha memancing,membangkitkan,dan mengarahkan motivasi belajar siswa.
                        d.supervis dan pengawasan
                      e.penelitian yang lebih bersifat assesmentyang mengandung pengukuran atau evaluasi.
c. komponen-komponen belajar mengajar meliputi:
                        a. merencanaan yaitu mempelajari masa mendatang dan menyusun rencana kerja
                        b. mengorgansasian
                        c. mengkoordinasikan
                        d. mengawasi dan memeriksa agar segala sesuatu yang dikerjaa sesuai.
d.Jenis-Jenis belajar
                        ada dua jenis belajar ang perlu dibedakan yakni belajar konsepdan belajar proses,belajar konsep lebih menekankan hasil belajar epada pemahan fakta dan prinsip,banyak bergantung pada apa yang diajarka guru,yaitu bahan atau isi pelajaran,dan lebih bersifat kognitif.sedangkan belajar proses atau keterampilan proses lebih menekan http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/10/konflik-dan-integrasi-sosial.htmlpada masalah bagaimana bahan pelajaran itu diajarkan dan dipelajari.
Dala melayani kegiatan belajar aktif,pengelompokkan siswa mempunyai arti tersendiri,pengelompokan siswa dibedakan ke dala tiga jenis:
                        a.enurut kesenangan berteman
                        b.menurut kemampuan
                        c.menurut minat


3.      AZAS-AZAS MENGAJAR (DIDAKTIK) 
a.pengertian mmengajar (didaktik)
            didaktik berasal dari bahasa yunani “didoskein”,yang berarti pengajaran atau “didaktos” yang berarti pandai mengajar.di indonesia didaktik berarti ilmu mengajar.karena didaktik berarti ilmu mengajarmaka pengertian didaktik menyangkut pengertian yang sangat luas.
Bertolak dari pengertia diatas,keberhasilan mengajar tentunya harus diukur dari bagaimana partisispasi anakdalam proses belajar menajar dan seberapa jauh hasil yang telah dicapainya. Sebaga\ian para ahli mengatakanbahwa mengajar adalah menanamkan penetahuan sebanyak-banyaknya dalam diri anak didik,sebagian para ahli lain mengataka n bahwa mengajar merupakan usaha penyampaian kebudayaan kepada anak didik. Sebagian para ahli yang lain lagi megatakan bahwa mengajar diartikan menata berbagai kondisi belajar secara pantas.sesungguhnya kunci proses brelajar mengajar itu trletak pada penataan dan perancangan yang memungkinkanank didik dapat berinteraktif.

b.Pandangan Azas-Azss mengajar dari beberapa ahli
            a.menurut jamesl  Marsell, ia mengemukakan 6 prinsip mengajar yaitu:
                        1.prinsip konteks
                        2.prinsip fokus
                        3.prinsip urutan
                        4.prinsip evaluasi
                        5.prinsip individualisasi
                        6.prinsip sosialisasi                 
                                      
Selain hal tersebut diatas, ahli pendidikan lain menambahkan dengan prinsip motoris,korelasi, dan lingkungan. Dalam uraian ini akan dikemukakan berturut-turut.
1.      Azas aktivitas mental
2.      Prinsip menarik perhatian
3.      Prinsip penyesuaian perkembangn murid
4.      Prinsip appersepsi
5.      Prinsip peragaan
6.      Prinsip motivasi
C.  hubungan azas mengajar dengan strategi belajar mengajar
            Seperti telah dikemukakan pada uraian dimuka bahwa mengajar disebut efekti bila tujuan pengajar yang dirumuskan aran dapat dicapai. Selain menggunakan strategi belajar mengajar secara tepat, guru harus memperhatikan beberapa faktor lain situasi interaksi antara guru, murid dan bahan pelajaran  untuk mencapai tujuan.




BAB II
METODE BELAJAR MENGAJAR

1.      Pengertian metode mengajar
a.       Pengertian metode mengajar
Metode mengajar adalah suuatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang diperguanakan oleh seoramg guru atau instruktur.
Didalam kenyataannya, cara atau metode mengajat yang digunakan untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap (kognitif, psikomotor, efektif). Kalu kita perhatikan dalam proses perkembangan pendidikan di indonesia bahwa salah satu hambatan yang menonjol dalam pelaksanaan pendidikan  ialah masalah metoda mengajar.
Didalam pengguanaan satu atau beberapa metode syarat-syarat berikut ini harus selalu diperhatikan :
1.      Metode mengajar yang diperguanakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.
2.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan pribadi siswa.
3.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat merangsang keinginan siswa untuk mewujud hasil karya.
4.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat belajar lebih lanjut, melakukan ekplorasi dan inovasi (pembaharuan)
5.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi
6.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menyetiadakan penyajian yang bersipat verbaliatas dan menggantinya dengan pengalaman  atau situasi yang nyata dan bertujuan.
7.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapatmenanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkandalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Macam macam metode mengajar dan pengguanaan nya
1.      Metoda ceramah
2.      Metode tanya jawab
3.      Metode diskusi
a.       Diskusi formal
b.      Diskisi tidak formal (informal)
c.       Diskusi panel
d.      Diskusi dalam bentuk simposium
e.       Lecture discution
4.      Metode pemberian tugas belajar (resitasi)
5.      Metode demontrasi dan eskperimen
6.      Metoda kerja kelompok
7.      Metoda sosiodarma dan bermain peran
8.      Metode karyawisata
9.      Metoda belajar peregu
10.  Metode proyek (unit)

2.      jenis-jenis dan prosedur pengguaanan metode mangajar       
A.    jenis metode mengajar berdasarkan aspek pendekatan pengajar
1.      metode problem solving
-          Pengertian
dalam pemecahan problem-problem baru yang dihadapi diperlukan kesanggupan untuk berfikir     .
2.      Metode discovery dan inquiry                                                                             
-     Pengertian      
Ditinjau dari arti kata, “discover” berarti menemukan dan “discovery” adalah penemuan. Sedangkan berarti menanyakan  “inquire” berarti menanyakan, permintaan keterangan atau menyelidiki  dan “inquiry” berarti penyelidikan .
      Dr. Moh. Amin, M.A mengutarakan bahwa “pengajkaran discovery harus meliputi pengalaman pengalaman belajar untuk menjamin siswa dapat mengembangkan proses-proses discovery.
3.      Role playing (sosiodarma)
-          Pengertian
Metode role playing disebut juga sosiodarma maupun bermain peranan.
4.      Simulasi
-          Pengertian menurutkan arti katanya, simulasi (simulation) berarti turiuan atau suatu perbuatan yang bersipat pura-pura.
B.     Jenis metode mengajar berdasarkan aspek pengorganisasian siswa
1.      Karyawan
2.      Kerja kelompok
3.      Diskusi
4.      Proyek/Unit
3.      Prinsip-prinsip umum yang berdasarkan metode mengajar
A.    Factor fakto yang mempengaruhi proses dan hasil belajar
1.      Faktor raw input
2.      Faktor unvironmental input (yakni faktor lingkungan)
3.      Faktor instrumental input, yang terdiri :
a.       Kurikulum
b.      Program/bahan pengajar
c.       Sarana
d.      Guru (tenaga pengajar)
Adapun uraian mengenai factor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Factor dari luar
a.       Factor encironmental input (lingkungan)
b.      Faktor-faktor instrumental
2.      Faktor dari dalam
a.       Kondisi fisiologis anak
b.      Kondisi psikologis
Dibawah ini akan diuraikan          beberapa paktor psikologis yang dianggap utama dalam mempemgaruhi proses dan hasil belajar.
1.      Minat
2.      Kecerdasan
3.      Bakat
4.      Motivasi
5.      Kemampuan – kemampuan kognitif
B.     Perlunya motivasi dan tujuan belajar
Pentingnya menjaga motivasi belajar dan kebutuhan minat dan keinginannya pada proses belajar tak dapat dipungkiri, karena dengan menggerakkan motivasi yang terpendam dan menjaganya dalam kegiatan –kegiatan yang dilaksanakan siswa akan menjadi siswa itu lebih giat belajar.
C.     Perlunya mengetahui taraf kematangan dan perbedaan individual
Keharusan bagi setiap guru untuk mengetahui taraf kesediaan untuk belajar adalah mutlak.
Didalam mengajar, guru harus memulai dari yang mudah kepada yang kompleks, dari yang delah diketahui kepada yang abstarak, dan seterusnya. Menurut penelitian J.piaget perkembang intelektuel anak dapat dibagi dalam tiga taraf yaitu :
1.      Fase pra operational, sampai usia 5-6 tahun, masa pra sekolah .
2.      Fase operasi kongkret, operasi ini dimaksud untuk memperoleh data tentang dunia realita dan mengubahnya dalam pikiran kita sedemikian rupa sehingagga dapat disusun atau diorganisasikan dan digunakan secara efektif dalam pemecahan masalah.
3.      fase operasi formal
pada taraf ini anak telah sanggup beroperasi berdasarkan kemungkinan hipotesis dan tidak lagi dibatasi oleh apa yang langsung dihadapi atau apa yang telah dialami sebelumnya.
Pendidik telah mengetahui adanya perbedaan pada murid-muridnya.
Perbedaan-perbedaan antara lain adalah :
a.       waktu dan irama perkenbangan
b.      motif, intelegensi dan emosi.
c.       Kecepatan belajar atau menangkap pelajaran
d.      Pembawaan dan lingkungan
Perbedaan itu menyebabkan hasil belajar mereka berbeda-beda dan waktu ang diperlukan untuk memahami pelajaran yang ditentukan akan berbeda pula.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar